Di negara kita sebagai pemegang adat budaya timur, seringkali membicarakan seks merupakan hal yang sangat pantang dibicarakan oleh remaja maupun anak-anak. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ketidaktahuan mengenai pendidikan yang baik dan benar terkait dengan seks dan reproduksi.
Itulah mengapa sebagai seorang anak yang banyak memiliki rasa ingin tahu malah mencari informasi dan mendapatkan pertama kali bukan dari orang tuanya sendiri melainkandari tempat lain, seperti internet, yang belum tentu mengajarkan seks edukasi yang benar bahkan ada yang menyesatkan.
Kondisi tersebut sangatlah berbahaya mengingat di masa pubertas, seorang anak jika tidak mendapatkan edukasi seks yang tepat dari orangtuanya bisa terjerumus dalam masalah yang besar, sebagai contoh aborsi, kehamilan yang tak diinginkan (diluar nikah) bahkan kematian.
Minimnya perolehan edukasi seks memang berkaitan erat dengan adat budaya bangsa timur yang menganggap tabu jika membicarakan mengenai aktifitas seks untuk kegiatan pendidikan. Nuansa pandangan negatif sangat terasa bagi para remaja atau anak yang membicarakan informasi seputar seksualitas sehingga mereka enggan atau malah takut untuk bertanya.
Namun demikian, mengajarkan edukasi seks sejak masih anak-anak ternyata sangat penting loh, seperti yang dibeberkan pada tayangan berikut:
Nah, bagi para remaja yang sejak kecil kurang mendapatkan edukasi, maka perlu peran serta dari pemerintah dalam membantu mengangani gap antara orang tua dan anak dalam perolehan edukasi tentang seks yang benar. Salah satunya dengan membekali para guru di sekolah agar bisa menjadi penghubung komunikasi yang putus supaya anak remaja bisa memperoleh informasi yang tepat.
Meskipun begitu, di era teknologi informasi digital sekarang ini semakin mudah mendapatkan informasi yang kita inginkan termasuk edukasi mengenai seks sendiri. Nah, salah satu sumber yang baik dan tepat dalam memperoleh informasi tersebut bisa cek di https://www.your-life.com/
Nah, berangkat dari hambatan adat istiadat maupun budaya yang menyebabkan akses perolehan informasi seputar seks edukasi cukup sulit dijangkau, menggunakan sarana tersebut diatas bisa dicoba supaya pemahaman mengenai bidang ini semakin baik dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan yang bakal merusak masa depan baik kedua belah pihak pria maupun wanita.
Btw, berikut ini beberapa yang mungkin bisa dibaca mengenai hal yang jarang bahkan tabu untuk dibicarakan namun sangat sering ditanyakan oleh remaja.
- Apakah malam pertama berasa sakit?
Ini dia, dari sebuah studi diperoleh hasil bahwa lebih dari 50% wanita menikah tidak menikmati hubungan seks pertama mereka oleh sebab sebelumnya ada ketakutan sewaktu penetrasi. Faktanya selama kedua belah pihak rileks, terutama wanita sudah mendapatkan cukup rangsangan maka malam pertama tidak sakit bahkan menikmatinya.
Jadi, justru dari perasaan cemas lah yang menyebabkan penetrasi pertama kali terasa menyakitkan, yah mungkin karena memang dari orang tua juga dulu jarang membicarakan hal seperti ini.
- Apakah cewek perawan harus berdarah saat pertama kali berhubungan?
Sepertinya sudah tradisi budaya turun-temurun mengatakan bahwa tolak ukur paling penting dari seorang wanita yang masih perawan akan berdarah ketika melakukan penetrasi pertama kali, sebaliknya kalo tak keluar darahnya sudah tidak perawan. Padahal dari beberapa faktor, ada wanita yang memiliki bentuk miss V terlalu elastis, pernah jatuh di dudukan sepeda atau faktor lainnya yang bisa menyebabkan hal tersebut.
- Berhubungan seks itu untuk pemenuhan kebutuhan bukan sarana penyelesaian pertengkaran
Seringkali banyak oirang berpikir, umumnya pria, bahwa melakukan seks ketika bertengkar dengan istri merupakan obat penyelesaian masalah. Faktanya tidak demikian, karena meskipun seringkali setelah berhubungan seks kedua belah pihak memperoleh kepuasan namun masalah yang sudah ada tetap harus diselesaikan hingga tidak ada pendaman di dalam hati yang memicu masalah besar kelak kemudian hari.
- Ejakulasi diluar meski tanpa kondom, tetap beresiko kehamilan
Banyak pasutri karene beragam alasan belum menginginkan hamil dan bagi suami salah satu siasat yang dilakukan adalah dengan “mengeluarkan” diluar ketika ejakulasi. Namun kenyataannya meskipun berniat ejakulasi di luar seringkali saking menikmatinya ada sperma yang terlanjur masuk ke dalam, kemudian berenang dan membuahi sel telur sang istri.
Terlebih, adalah hal yang berat bagi seorang pria untuk menahan ejakulasi lebih lama meskipun dalam hati masih ingin menikmati dalam durasi waktu lebih panjang. Oleh karena itu hal yang disebut ejakulasi dini tersebut perlu ditangani dengan baik agar tidak menjadi babak masalah baru.
Tidak heran jika banyak pria yang mengalami masalah tersebut mencari solusi nya. Dari yang saya perhatikan adalah Foredi Gel, sebuah produk herbal oles untuk organ intim pria yang membantu seorang suami bisa lebih tahan lama ketika sedang berhubungan intim. Sejak lama produk Foredi ini ditawarkan langsung oleh ahli seksolog, Boyke Dian nugraha untuk membantu atasi ejakulasi dini pada pria, dan sudah banyak pria yang membuktikannya.
Dengan demikian, sudah jelas Foredi terbukti ampuh dan aman bagi suami yang menginginkan tahan lama di ranjang. Bagi pria yang ingin mendapatkan produk herbal premium ini, bisa memperolehnya melalui agen resmi yang terpercaya supaya memperoleh produk asli dengan kualitas premium sesuai yang dijanjikan oleh dokter Boyke.
- Apakah menelan air mani bisa menyebabkan wanita jadi hamil?
Wanita yang menelan air mani baik sengaja ataupun tidak sengaja tidak akan membuat hamil, sebab syarat terjadinya kehamilan adalah bertemunya sel sperma dan sel telur di dalam organ reproduksi wanita setelah bersenggama.
Jadi kalau melewati mulut, dipastikan tidak akan membuat hamil. Namun demikian bagi mereka yang terbiasa melakukan oral seks (seks lewat mulut) perlu berhati-hati karena perilaku seperti itu bisa beresiko terkena penyakit menular seksual, kanker mulut dll.
- Buanglah air seni sebelum dan sesudah berhubungan
Hal lain yang jarang disebutkan dalam tradisi adat, budaya maupun keluarga adalah perlunya membuang air kecil baik sebelum maupun sesudah bercinta. Tentu saja tujuannya adalah agar terhindar dari infeksi saluran kencing dan juga perasaan lega ketika bermain sehingga seks bersama pasangan jadi sangat mengasyikkan.
Nah, itulah tadi 6 hal yang perlu diperhatikan terkait edukasi seks yang baik dan benar. Mungkin banyak hal yang masih belum diceritakan, tetapi setidaknya yang disebutkan diatas tadi sangat sering ditanyakan namun sangat jarang pula diberitahukan karena terbentur tradisi, adat istiada maupun budaya kita sebagai bangsa timur. Semoga bermanfaat dan “No sex berfore marriage”, OK!