MaasAiip.org
Info Mas Aip
  • Home
  • About
  • Hubungi
RSS

Mengenal 10 Prajurit Tangguh Keraton Yogyakarta

December 5, 2018 Aip Celoteh No Comments

ksatria tua keraton jogja

Jikalau mendatangi Kraton Yogyakarta atau bahkan dalam perhelatan setiap hari besar Islam atau Jawa, maka kita akan disuguhkan barisan prajurit-prajurit dari Kraton Yogyakarta yang beragam seragam dan peralatan yang dibawanya.

Seringkali kita sebagai pengunjung tidak tahu menahu sejarah mengenai masing-masing kesatuan prajurit Kraton tersebut, padahal jika anda belum tahu setiap kesatuan prajurit tangguh tersebut memiliki fungsi dan tugas yang berbeda.

Parjurit khusus keraton Jogja tersebut adalah “jelmaan” para prajurit yang sakti di era kerajaan Mataram ketika menyerang Batavia yang dipimpin Sultan Agung Hanyokrokusumo. Seperti kita ketahui bersama Kasunanan Surakarta dan Kraton Yogyakarta adalah sempalan dari Kerajaan Mataram yang kesohor dengan para kstaria yang tangguh dan berani mati.

Tidak heran jikalau para prajurit tersebut dahulu kerap terlibat langsung dalam perlawanan dengan penjajah Belanda, dan seiring waktu setelah Kesultanan Jogha bergabung dengan NKRI para prajutit tersebut dialihfungsikan menjadi “prajurit budaya”.

Walaupun mereka bukan sebagai prajurit tempur lagi namun hingga kini kita bisa melihatnya dalam setiap acara kebesaran khusus yang dipertontonkan secara umum, supaya menambah daya tarik wisata ke kota gudeg ini.

Nah, jika anda penasaran dengan masing-masing nama prajurit ksatria dalam bahasa Kraton disebut bregodo, berikut ini beberapa info tentang mereka yang bisa dibaca:

  1. Prajurit Wirobrojo

Penamaan Wirabraja diambil dari bahasa Sanskerta dengan makna kata wira (berani) dan braja (tajam) yang filosofisnya berarto prajurit gagah berani sekaligus memiliki kepekaan yang tajam dengan panca indranya. Sehingga dalam setiap kondisi pasukan ini selalu peka terhadap keadaan sekitarya.

Ketika muncul dalam perayaan besar, para ksatria Wirabraja ini tampil dengan musik pengiring 2 2 suling serta 2 tambur. Komplek dimana mereka tinggal dulu sekarang bernama Wirobrajan.

  1. Prajurit Dhaeng

Nama prajurit ini diambil dari bahasa sebutan gelar bangsawan dari Makassar yang di jamannya memang didatangkan khusus oleh Belanda untuk menambah kekuatan tentara R.M Said (P. Mangkunagara) yang berselisih dengan P. Mangkubumi, padahal sebelumnya mereka berdua kompak dalam melawan penjajah.

Kemudian puncak dari pertikaian tersebut adalah preceraian R.M Said dengan istri yang ternyata putri Hamengku Buwono I. Nah, para ksatria Dhaeng ini lah yang sengaja diutus R.M Said untuk mengawal kepulangan mantan istri ke Kraton karena khawatir kalau Hamengku Buwono I bakal naik pitam.

Namun kekhawatiran tersebut tidak terjadi, sebab kedatangan mereka ke Kraton justru disambut sangat baik malahan para ksatria Dhaeng merasa sangat betah dan enggan kembali lagi ke Surakarta sampai mereka memutuskan untuk setia mengabdi kepada Hamengku Buwono I.

Maka itu oleh sultan HB I, para laskar pemberani tersebut diganti menjadi nama Bregada Dhaeng.

Ketika acara besar Kraton, para pasukan ini akan muncul dengan musik pengiring 2 bende, 1 suling, 1 tambur, ketipung, dodog, dan puipui (alat tradisional dari Makassar). Daerah dimana mereka tinggal sekarang bernama Daengan.

  1. Prajurit Patang Puluh

Meskipun bernama patang puluh namun tidak ada kaitannya dengan jumlah personil para ksatria ini, sampai sekarang pun belum ada acuan yang memuaskan mengenai penamaan tersebut. Dari segi filosofisnya, bregodo patang puluh memiliki kekuatan sakti mandraguna yang terhadap segala musuh di depan mata dapat mudah ditaklukkan.

Di dalam setiap event perayaan hari besar mereka akan mucul dengan menggunakan musik pengiring 2 suling, 1 terompet dan 2 tambur. Mengenai area kawasan dimana para prajurti patang puluh ini berdiam sekarang dikenal dengan nama Patangpuluhan.

  1. Prajurit Jogokaryo

Bregada Jogokaryo ini diambil dari bahasa Sanskerta yang bermakna Jogo (menjaga) dan Karyo (tugas), dimana dari segi filosofisnya ksatria Jogokaryo ini memiliki fungsi serta tugas dalam mengamankan serta menjaga terlaksananya sistem pemerintahan di kerajaan.

Ketika perhelatan acara besar yang dilangsungkan Kraton, pasukan ini akan muncul dengan menggunakan musik pengiring 2 tambur, 1 terompet dan 2 suling. Jika anda menemukan area bernama Jogokaryan di kawasan kraton itu adalah komplek dimana bregodo ini tinggal di masanya.

  1. Prajurit Prawirotomo

Penamaan ksatria Prawirotomo ini diadopsi dari dua bahasa yakni Prawiro (berani, perwira) dari bahasa Kawi sedangkan Tomo (lebih, utama) diambil dari bahasa Sanskerta dan bahasa Kawi bermakna (ahli, pandai).

Itulah mengapa filosofis dari bregodo ini memiliki arti pasukan pandai, pemberani namun selalu bijak dalam setiap tindakannya termasuk ketika suasana perang.

Para pasukan Prawirotomo akan muncul dengan 1 terompet, 2 suling dan 2 tambur ketika acara besar Kraton, dan kawanan tempat mereka tinggal dulu bisa anda temukan di daerah Prawirotaman.

  1. Prajurit Nyutro

Untuk bregodo Nyutro ini memiliki karakteristik yang istimewa di mata raja, karena selain menjadi prajurit kesayangan raja juga diwajibkan bisa menari di kala itu, sampai ketika Hamngku Buwono IX tidak mewajibkannya.

Tidak heran jika para ksatria Nyutro sangat dekat dengan raja dan dipersenjatai secara lengkap seperti tombak, tameng, towok, panah bahkan senapan).

Nyutro sendiri diambil dari kata dasar sutra yang dalam bahasa Kawi memiliki arti “unggul”, “ketajaman” yang mana dalam bahasa Jawa bermakna “bahan kain halus”. Mengenai awalan N- yang disematkan memiliki makna filosofis sebagai tindakan yang aktif terkair dengan sutra itu sendiri.

Itulah mengapa para bregodo Nyutro adalah ksatria yang halus bak sutra yang selalu mendampingi dan memastikan keamanan sang raja, sekaligus memiliki keunggulan dalam ketrampilan serta ketajaman rasa.

Dalam perayaan acara Kraton pasukan ini akan muncul dengan menggunakan musik pengiring 2 tambur, 2 suling, serta 2 trompet. Komplek kawasan mereka tinggal dulu saat ini dikenal dengan nama Nyutran.

  1. Prajurit Ketanggung

Penamaan Ketanggung sebenarnya diambil dari kata dasar Tanggung (beban) yang diimbuhi awalan Ke- yang bermakna “sangat”. Sehingga secara tanggungjawab tugas dan tanggungjawab para ksatria Ketanggung sangat berat.

Secara filosofis juga para ksatria ini memiliki makna bregodo yang senantiasa bawa senjata cakra nan ampuh untuk memporakporandakan musuh sampai tercerai berai.

Sekarang daerah dimana mereka tinggal dulu terkenal dengan nama kawasan Ketanggungan dan pasukan ini selalu muncul bersama iringan musik dari 2 tambur, 2 bende, 2 suling, dan 2 terompet.

  1. Prajurit Mantri Jero

Utuk pasukan ini termasuk sangat spesial, ibaratnya Kopasus jaman dulu, tidak sembarang orang bisa bergabung dalam personil ksatria khusus pengawal raja ini sebab hanya keluarga atau memiliki darah ningrat (sentono) yang bisa masuk ke jajaran bregodo Mantri Jero.

Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti Mantri (menteri, juru bicara) dan Jero (dalam) yang secara filosofisnya sebagai seorang menteri atau juru bicara didalam dengan kewenangan untuk bisa turut andil dalam struktur pemerintahan kerajaan waktu itu.

Anda bisa temukan kawasan Mantrijeron sebagai tempat tinggal mereka dulu dan dalam setiap kesempatan tampil mereka akan muncul dengan musik pengiring 1 terompet, 2 tambur serta 2 suling.

  1. Prajurit Surokarso

Surokarso, berasal dari dua suku kata yakni Suro (berani) dan Karso (kehendak) keduanya diambil dari makna kata bahasa Sanskerta. Uniknya jaman dulu para ksatria ini bukan bagian dari Kraton melainkan pengawal khusus Putra Mahkota, Pangeran Adipati Anom, yang berdiri terpisah.

Secara filosofis bregodo Surokarso ini memiliki makna pasukan pemberani untuk senantiasa menjaga dan melindungi keselamatan sang putra mahkota. Kemudian sejak Hamengku Buwono IX menjadi raja, pasukan Surokarso resmi digabungkan menjadi bagian kesatuan prajurit Kraton Yogyakarta.

Biasanya pasukan ini akan muncul dengan musik iringan dari 2 suling, 2 tambur, dan ketika upacara Grebeg berlangsung memiliki tugas khusus mengawal gunungan di bagian belakang. Nah, kalau Anda mendapati kawasan bernama Surokarsan itulah tempat mereka tinggal.

  1. Prajurit Bugis

Nah, khusus untuk bregodo Bugis ini memang pada dasarnya berasal dari Bugis, Sulawesi dengan makna filosofis dari daerah asalnya sebagai pasukan yang kuat dan gagah berani.

Sebelum pemerinthan Sri Sultan Hamengku Buwono IX prajurit bgus memiliki tugas sebagai pengawal Pepatih Dalem di Kepatihan, namun semenjak beliau bertahta dijadikan sebagai salah satu jajaran prajurit terpilih Kraton Jogja.

Dalam setiap acara besar, akan keluar dengan musik pengiring 2 bende, puipui, ketipung, dodog dan 1 tambur. Di upacara Grebeg mereka memperoleh tugas mengawal gunungan dan bagi Anda yang penasaran mereka dulu tinggal dimana, silahkan cari daerah kawasan bernama Bugisan.

bregodo keraton yogyakarta

Itulah tadi 10 jenis prajurit Kraton Yogyakarta yang pelu diketahui, dan biasanya dalam setiap pasukan terdiri atas 50 orang dengan seragam serta atributnya masing-masing. Jika Anda ingin melihat para ksatria tersebut keluar di depan umum, silahkan datang ketika hari besar seperto Idul Fitri, Idul Adha, maupun ketika hari raya Maulud Nabi Muhammad SAW.

Hambatan Perolehan Edukasi Seks dalam Adat Budaya Timur

November 2, 2018 Aip Umum No Comments

Di negara kita sebagai pemegang adat budaya timur, seringkali membicarakan seks merupakan hal yang sangat pantang dibicarakan oleh remaja maupun anak-anak. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ketidaktahuan mengenai pendidikan yang baik dan benar terkait dengan seks dan reproduksi.

Itulah mengapa sebagai seorang anak yang banyak memiliki rasa ingin tahu malah mencari informasi dan mendapatkan pertama kali bukan dari orang tuanya sendiri melainkandari tempat lain, seperti internet, yang belum tentu mengajarkan seks edukasi yang benar bahkan ada yang menyesatkan.

Kondisi tersebut sangatlah berbahaya mengingat di masa pubertas, seorang anak jika tidak mendapatkan edukasi seks yang tepat dari orangtuanya bisa terjerumus dalam masalah yang besar, sebagai contoh aborsi, kehamilan yang tak diinginkan (diluar nikah) bahkan kematian.

Minimnya perolehan edukasi seks memang berkaitan erat dengan adat budaya bangsa timur yang menganggap tabu jika membicarakan mengenai aktifitas seks untuk kegiatan pendidikan. Nuansa pandangan negatif sangat terasa bagi para remaja atau anak yang membicarakan informasi seputar seksualitas sehingga mereka enggan atau malah takut untuk bertanya.

Namun demikian, mengajarkan edukasi seks sejak masih anak-anak ternyata sangat penting loh, seperti yang dibeberkan pada tayangan berikut:

Nah, bagi para remaja yang sejak kecil kurang mendapatkan edukasi, maka perlu peran serta dari pemerintah dalam membantu mengangani gap antara orang tua dan anak dalam perolehan edukasi tentang seks yang benar. Salah satunya dengan membekali para guru di sekolah agar bisa menjadi penghubung komunikasi yang putus supaya anak remaja bisa memperoleh informasi yang tepat.

Meskipun begitu, di era teknologi informasi digital sekarang ini semakin mudah mendapatkan informasi yang kita inginkan termasuk edukasi mengenai seks sendiri. Nah, salah satu sumber yang baik dan tepat dalam memperoleh informasi tersebut bisa cek di https://www.your-life.com/

Nah, berangkat dari hambatan adat istiadat maupun budaya yang menyebabkan akses perolehan informasi seputar seks edukasi cukup sulit dijangkau, menggunakan sarana tersebut diatas bisa dicoba supaya pemahaman mengenai bidang ini semakin baik dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan yang bakal merusak masa depan baik kedua belah pihak pria maupun wanita.

Btw, berikut ini beberapa yang mungkin bisa dibaca mengenai hal yang jarang bahkan tabu untuk dibicarakan namun sangat sering ditanyakan oleh remaja.

  1. Apakah malam pertama berasa sakit?

Ini dia, dari sebuah studi diperoleh hasil bahwa lebih dari 50% wanita menikah tidak menikmati hubungan seks pertama mereka oleh sebab sebelumnya ada ketakutan sewaktu penetrasi. Faktanya selama kedua belah pihak rileks, terutama wanita sudah mendapatkan cukup rangsangan maka malam pertama tidak sakit bahkan menikmatinya.

Jadi, justru dari perasaan cemas lah yang menyebabkan penetrasi pertama kali terasa menyakitkan, yah mungkin karena memang dari orang tua juga dulu jarang membicarakan hal seperti ini.

  1. Apakah cewek perawan harus berdarah saat pertama kali berhubungan?

Sepertinya sudah tradisi budaya turun-temurun mengatakan bahwa tolak ukur paling penting dari seorang wanita yang masih perawan akan berdarah ketika melakukan penetrasi pertama kali, sebaliknya kalo tak keluar darahnya sudah tidak perawan. Padahal dari beberapa faktor, ada wanita yang memiliki bentuk miss V terlalu elastis, pernah jatuh di dudukan sepeda atau faktor lainnya yang bisa menyebabkan hal tersebut.

  1. Berhubungan seks itu untuk pemenuhan kebutuhan bukan sarana penyelesaian pertengkaran

Seringkali banyak oirang berpikir, umumnya pria, bahwa melakukan seks ketika bertengkar dengan istri merupakan obat penyelesaian masalah. Faktanya tidak demikian, karena meskipun seringkali setelah berhubungan seks kedua belah pihak memperoleh kepuasan namun masalah yang sudah ada tetap harus diselesaikan hingga tidak ada pendaman di dalam hati yang memicu masalah besar kelak kemudian hari.

  1. Ejakulasi diluar meski tanpa kondom, tetap beresiko kehamilan

Banyak pasutri karene beragam alasan belum menginginkan hamil dan bagi suami salah satu siasat yang dilakukan adalah dengan “mengeluarkan” diluar ketika ejakulasi. Namun kenyataannya meskipun berniat ejakulasi di luar seringkali saking menikmatinya ada sperma yang terlanjur masuk ke dalam, kemudian berenang dan membuahi sel telur sang istri.

Terlebih, adalah hal yang berat bagi seorang pria untuk menahan ejakulasi lebih lama meskipun dalam hati masih ingin menikmati dalam durasi waktu lebih panjang. Oleh karena itu hal yang disebut ejakulasi dini tersebut perlu ditangani dengan baik agar tidak menjadi babak masalah baru.

Tidak heran jika banyak pria yang mengalami masalah tersebut mencari solusi nya. Dari yang saya perhatikan adalah Foredi Gel, sebuah produk herbal oles untuk organ intim pria yang membantu seorang suami bisa lebih tahan lama ketika sedang berhubungan intim. Sejak lama produk Foredi ini ditawarkan langsung oleh ahli seksolog, Boyke Dian nugraha untuk membantu atasi ejakulasi dini pada pria, dan sudah banyak pria yang membuktikannya.

Dengan demikian, sudah jelas Foredi terbukti ampuh dan aman bagi suami yang menginginkan tahan lama di ranjang. Bagi pria yang ingin mendapatkan produk herbal premium ini, bisa memperolehnya melalui agen resmi yang terpercaya supaya memperoleh produk asli dengan kualitas premium sesuai yang dijanjikan oleh dokter Boyke.

  1. Apakah menelan air mani bisa menyebabkan wanita jadi hamil?

Wanita yang menelan air mani baik sengaja ataupun tidak sengaja tidak akan membuat hamil, sebab syarat terjadinya kehamilan adalah bertemunya sel sperma dan sel telur di dalam organ reproduksi wanita setelah bersenggama.

Jadi kalau melewati mulut, dipastikan tidak akan membuat hamil. Namun demikian bagi mereka yang terbiasa melakukan oral seks (seks lewat mulut) perlu berhati-hati karena perilaku seperti itu bisa beresiko terkena penyakit menular seksual, kanker mulut dll.

  1. Buanglah air seni sebelum dan sesudah berhubungan

Hal lain yang jarang disebutkan dalam tradisi adat, budaya maupun keluarga adalah perlunya membuang air kecil baik sebelum maupun sesudah bercinta. Tentu saja tujuannya adalah agar terhindar dari infeksi saluran kencing dan juga perasaan lega ketika bermain sehingga seks bersama pasangan jadi sangat mengasyikkan.

Nah, itulah tadi 6 hal yang perlu diperhatikan terkait edukasi seks yang baik dan benar. Mungkin banyak hal yang masih belum diceritakan, tetapi setidaknya yang disebutkan diatas tadi sangat sering ditanyakan namun sangat jarang pula diberitahukan karena terbentur tradisi, adat istiada maupun budaya kita sebagai bangsa timur. Semoga bermanfaat dan “No sex berfore marriage”, OK!

Seni Tari Jathilan yang Berbalut Magis Sebuah Budaya

October 10, 2018 Aip Celoteh No Comments

festival jathilan

Di kota Yogyakarta khususnya desa-desa wisata biasanya memiliki sebuah keunikan masing-masing yang bisa ditonjolkan sebagai daya tarik bagi wisatawan yang datang untuk melihat baik pemandangan alam, kerajinan bahkan tidak ketinggalan seni tari yang ditampilkan.

Seni tari yang ditampilkan pun beragam, mulai dari tarian yang dilakukan wanita-wanita dnegan balutan pakaian tradisional maupun seni tari tradisional lainnya yang tak kalah seru seperti Jathilan.

Kerap disebut juga dengan jaran kepang, atau kuda lumping mungkin bagi anda tidak terlalu banyak mengetahui mengenai jenis tarian ini dimana bagi orang-orang pria yang memainkannya diliputi oleh nuansa magis yang menambah semarak pertunjukkan.

Seringkali kalau ada kabar mengenai pertunjukan Jathilan yang akan digelar, berita tersebut akan cepat menyebar dari mulut ke mulut (gethok tular) antar warga desa atau bahkan wisatawan yang datang. Baik tua, muda, wanita maupun pria akan berbondong-bondong mendatangi tempat dimana pertunjukkan ini akan digelar.

Seperti telah disebutkan, kesenian tari Jathilan ini cukup unik sebab memadukan antara gerakan tari yang memukau penonton dengan kekuatan magis yang mana memang demikian adanya. Seni tari satu ini sampai sekarang masih sangat sering dijumpai di desa-desa Pulau Jawa, termasuk jogja.

pertunjukan kuda lumping

Yang perlu anda ketahui juga bahwa mereka yang memainkan tarian Kuda lumping ini berjenis kelamin pria dan biasanya tergabung dalam sebuah sanggar seni yang memang sudah kerap berlatih dalam pengawasan orang-orang yang sudah paham seluk beluk dunia magis nya.

Selain itu setiap sanggar juga bakal memiliki kostum tarian sendiri-sendiri sehingga cukup unik memang, setiap kali melihat pertunjukkan ini melihat kostum akan berbeda satu sama lainnya.

Nah, selain balutan pakaian tradisional yang khas lainnya dari Jathilan adalah penggunaan kuda lumping atau jaran kepangnya yang mana terbuat dari anyaman bambu dan didesain sangat mirip dengan kuda (jaran), itulah mengapa disebut jaran kepang.

Ketika tarian tradisional ini digelar akan dimulai dengan para pemain yang menari-nari dulu dengan memakai kuda lumping yang dibawanya diiringi tabuhan musik tradisional semisal saron, gendang, slompret, bonang, gong serta ketipung.

Adegan selanjutnya bisa anda lihat para pria penari jaran kepang tersebut terlihat mulai kerasukan oleh roh halus yang bisa ditandai dengan gerakan-gerakan diluar kesadaran. Ketika melihat ini sebaiknya anda waspada tapi tidak perlu takut karena memang sudah ada tim sendiri yang mengawasi jalannya pertunjukkan termasuk mengendalikan pemain jaran kepang yang sudah kerasukan.

Salah satu hal yang ditunggu oleh penonton dari perhelatan tarian Jathilan ini adalah atraksi berbahaya yang dilakukan para pemainnya dimana seringkali terlihat diluar akal sehat manusia. Bayangkan bagaimana bisa mereka memakan langsung deretan benda tajam seperti beling atau pecahan kaca dengan mimik muka seperti kita ketika sedang makan enak. Wow!

jaran kepang di yogyakarta

Selain itu semua penonton pun akan disuguhi bagaimana mereka semua dilecuti menggunakan cambuk hingga berulang kali, namun tidak meninggakalkan bekas luka memar sedikitpun. Pun juga ketika dilukai dengan barang tajam lainnya tidak ada luka sedikitpun diantara pemain Jathilan yang sedang kesurupan tersebut. Hmm, ngeri-ngeri sedap ya?

Begitu pertunjukkan usai, para pemain Jaran Kepang tersebut akan dibawa untuk mengikuti sebuah ritual guna membuat mereka sadar dan pulih tubuhnya seperti sedia kala. Wah, ternyata hebat juga ya ragam kebudayaan bangsa kita ini.

Di kota Jogja sendiri sering mengadakan event atau acara pagelaran seni budaya yang juga bertujuan untuk melesatarikan budaya leluhur sekaligus menambah daya tarik para wisatawan untuk menggerakkan roda perekonomian tiap-tiap daerah berbasis budaya. Bagaimana menarik untuk anda?

Potret Cantiknya Gadis Indonesia Zaman Dahulu

August 7, 2018 Aip Celoteh No Comments

Kecantikan biasanya tak lepas oleh keindahan secara alami dan biasanya yang patut menyandang makna cantik adalah wanita. Terang saja sejak jaman dulu wanita di Indonesia memiliki cara sendiri di dalam merawat dirinya, hal tersebut sesuai dengan adat istiadat masing-masing daerah yang muaranya sama untuk bisa membahagiakan suaminya.

Nah, di Indonesia sendiri kecantikan seorang wanita bisa saja berubah sesuai trend perkembangan zaman yang selalu up to date. Sebagai contoh jikalau dahulu memiliki rambut hitam nan panjang dikatakan sangat cantik, untuk sekarang seorang wanita dikatakan cantik jika rambutnya sebahu atau memiliki wajah yang glowing tanpa jerawat membandel.

Meskipun di era sekarng sekarang sudah banyak produk kecantikan wajah yang modern namun berbahan herbal seperti sabun Mustika Ratu, Dove, atau bahkan sabun Amoorea yang bisa membuat kulit wajah cantik secara alami, namun tentu saja di jaman dahulu para wanita Indonesia memiliki cara tradisional bahkan tanpa kosmetik yang membuat paras mereka ayu dengan alami.

Berangkat dari hal tersebut, tidak ada salahnya sekarang untuk melihat beberapa potret wajah dan penampilan wanita-wanita dari beragam suku maupun daerah. Berikut di bawah ini anda dapat melihat beberapa diantaranya, dan yang jelas pancaran kecantikan mereka sangat alami tanpa makeup dll. (foto diambil dari berbagai sumber dan hak cipta adalah milik mereka masing-masing)

  1. Ini adalah potretnya seorang wanita yang berasal dari Pidie, Aceh sekitar tahun 1899 an para wanita Aceh membuat penampilan yang khas dengan menggunakan balutan kain serta gelungan rambut keatas. Unik banget ya?

  1. Untuk foto berikut adalah potret dari seorang wanita dengan kecantikan khas jawa yang sangat tradisional dengan menggunakan kostum penari sekitar tahun 1899 an. Sekilas tak ada perbedaan mencolok antara kosutm tari yang dikenakan dengan jaman sekarang, namun kalau dilihat seksama makeup yang digunakan penari tradisional jaman dahulu lebih natural, atau bahkan tanpa makeup sama sekali.

  1. Masih sangat terlihat polos dan sarat dengan nuansa budaya Jawa, seorang gadis di tahun 1885 an ini telah membeikan bukti bahwa perempuan Jawa dari dulu memang ayu secara alami walaupun menggunakan baju yang dipakai sehari-hari.

  1. Di bawah ini merupakan foto seorang wanita dari Jawa seputaran tahun 1899. Dengan melihat pakaian tradisional Jawa yang dikenakan dan rambut panjangnya yang tergerai indah hampir bisa dipastikan belum ada catok rambut bahkan pewarna rambut yang ngetrend digunakan wanita jaman sekarang.

  1. Di tahun 1920 foto ini diambil di Bali, seorang gadis penari Bali yang tampil sangat alami tanpa makeup sangat tebal layaknya wanita di jaman modern. Hmm, terlihat cantik banget ya?

  1. Ini adalah fot dari para gadis asal Yogyakarta yang sedang melakukan kegiatan batik, masih cantik alami, polos dan kental dengan nuansa tradisional. Foto diambil sekitar tahun 1913.

  1. Jaman dahulu ternyata wanita sudah ada yang tomboy, termasuk gadis batak satu ini diambil tahun 1911 dengan sorot mata yang sangat tajam dan terlihat memiliki pancaran aura kharisma terlebih dengan didampingi oleh burung beo di dekatnya.

  1. Disini anda akan temukan foto gadis Jogja dengan menggunakan pakaian adat dari kota gudeg tersebut dilengkapi atribut tradisional sanggul yang menambah kesan anggun dan ayu ya.

  1. Berikut ini adalah foto dari seorang wanita Bali di tahun 1920 yang berperan sebagai penari legong. Meskipun make up dan kostum yang dikenakan tersebut tidak sebagus jaman sekarang tetapi kalo anda lihat pose gerakannya masih memiliki daya magis yang begitu kuat. Wow!

  1. Potret ini diambil pada tahun 1910 dalam sebuah upacara besar di Bali. Potret seorang gadis dari Bali dengan keunikan pakaian tradisionalnya menandakan bangsa kita memang memiliki budaya yang begitu kental ya..

  1. Untuk foto ini adalah seorang wanita jawa yang termasuk dalam keluarga kaya dan diambil pada tahun 1909. Dengan balutan kebaya yang populer di jamannya serta tanpa makeup sama sekali membuatnya tampak ayu cetar membahenol.

  1. Potret berikut ini adalah seorang gadis Bali yang manis dan cantik di tahun 1930. Dengan mengenakan pakaian adat Bali di jaman dulu terlihat nuansa budaya dan adatnya begitu kental.

  1. Ah.. Ini dia salah satu bukti kecantikan seorang gadis Bali yang tanpa makeup dan pernak-pernik lain. Jika dibandingkan dengan para model di jaman saat ini yang biasanya memakai makeup tebal, tentu wanita Bali ini tak kalah bersaing dengan kemolekan wajahnya yang ayu alami. Anda setuju?

  1. Kalau anda belum pernah melihat foto putri raja yang didampingi dayang-dayang nya pada jaman kerajaan dulu, nah ini dia potretnya. Menarik ya?

  1. Untuk yang satu ini adalah foto dari seorang wanita Gayi di akhir tahun 1900an. Tampak cantik alami dan dilengkapi perhiasan yang banyak di sekujur tubuhnya membuat dia tambah anggun di jamannya.

  1. Dibawah ini merupakan potret seorang wanita Dayak yang diabadikan sekitar tahun 1900an. Sejak dahulu sudah populer kita ketahui bahwa salah satu tolak ukur kecantikan seorang gadis Dayak dilihat dari daun telinga yang panjang. Nah ini salah satu buktinya!

  1. Di tahun 1920an potret ini diambil ketika seorang gadis Bali yang masih tampil alami dan anggun serta cantik lagi tengah menghaturkan persembahan ke salah satu pura di Bali.

Nah, bagaimana menurut anda setelah melihat potret foto para wanita cantik Indonesia di jaman dulu sebelum ada produk kecantikan ataupun kosmetik modern seperti saat ini? Pastinya mereka cantik-cantik bukan.

Lokasi Budaya di Jogja Sebagai Tujuan Wisata

May 7, 2018 Aip Celoteh No Comments

lokasi budaya di jogja

Yogyakarta yang lebih akrab disebut kota gudeg ini menjadi salah satu kota di Indonesia yang sering dijadikan tujuan wisata ketika musim libur. Wajar saja, karena Jogja memang memiliki daya pikat sendiri bagi orang yang datang ke kota ini untuk menikmati suasananya maupun budaya penduduk warga yang terkenal ramah.

Selain itu, siapa saja yang datang dan memiliki waktu untuk menelusuri setiap sudut kota Gudeg ini pasti akan merasa tak lengkap jika melewatkan waktu untuk jalan-jalan ke tempat wisatanya. Nah, bagi Anda yang mau datang ke Jogja yang kerap disebut kota pelajar untuk edukasi lebih baik ini, silahkan lihat beberapa destinasi berikut:

  1. Masjid Gedhe Kauman

Masjid yang berada di area kompleks Kraton ini adalah Masjid Raya kesultanan yang sampai sekarang masih berdiri tegak dan digunakan sebagaimana mestinya.

Didirikan Sri Sultan Hamengkubuwono I serta dibantu oleh Kyai Fatih Ibrahim Diponingrat, seorang kyai penghulu kraton yang pertama, sejak tahun 1773.

Maka tak heran jika Masjid Gedhe Kauman adalah salah satu Masjid tertua di negara Indonesia dan siapapun yang berkunjung ke tempat itu akan memperoleh pengalaman wisata sejarah sekaligus religius.

  1. Benteng Vredeburg

Benteng dengan arsitektur konolial Belanda yang memiliki warna khas putih bersih ini adalah salah satu destinasi wisata yang perlu Anda kunjungi. Sebab benteng Vredeburg adalah salah satu saksi perjuangan nasional bangsa Indonesia saat itu.

Vredeburg juga kerap dikunjungi para wisatawan karena mendatangi tempat ini bakal memiliki pengalaman yang bernuansa seni, ilmu sejarah, kebudayaan serta bukti perjuangan yang luar biasa dalam menghadapi penjajah.

Anda bisa mendatangi tempat ini kecuali di hari Senin tutup, dengan menelusuri sepanjang jalan Malioboro dimana benteng Vredeburg terletak di dekat titik nol kota Jogja.

  1. Monumen Serangan Umum 1 Maret

Kalau Anda sedang mengunjungi Benteng Vredeburg, jangan lupa untuk meneruskan destinasi perjalanan ke arah monumen serangan umum 1 Maret yang letaknya sangat dekat dengan benteng, tepatnya di seberang Kantor Pos Besar Jogja.

Monumen bersejarah ini dibangun untuk memperingati serangan TNI terhadap penjajah Belanda yang datang kembali ke tanah air. Dari benteng Vrdeburg, anda cukup berjalan sebentar ke arah selatan.

  1. Makam Raja Imogiri

Bagi anda yang tidak terbiasa mengunjungi destinasi wisata makam raja Imogiri mungkin akan bertanya apa sih enaknya berwisata ke tempat tersebut? Tahukah anda, hingga saat ini banyak para pelancong dari domestik maupun mancanegara yang mengunjungi kompleks pemakaman raja Mataram ini.

Makam yang awalnya dibangun oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, sultan Mataram ketiga, sejak tahun 1632-1640 M ini sampai saat ini terbuka terhadap kunjungan wisata orang-orang yang ingin mendatangi.

Perlu anda ketahui, bagi siapapun yang bertandang ke tempat ini diwajibkan untuk memakai pakaian tradisioanal Mataram, baik pria maupun wanita dan tidak boleh menggunakan perhiasan sama sekali.

  1. Museum Dharma Wiratama

Salah satu museum bersejarah yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman ini merupakan salah satu destinasi wisata bagi mereka yang sangat menggemari dunia militer, sebab dalam museum Dharma Wiratama ini mengusung tema militer di dalamnya, mulai dari senjata, kendaraan militer dll.

Jelas saja, karena menurut catatan sejarah tempat ini pernah dipakai sebagai Markas Komando Resirem (makorem) sejak tahun 1950 hingga 1980, sebelum akhirnya dialihfungsikan sebagai museum.

  1. Gedung Agung Yogyakarta

Gedung yang terkenal dengan nama Istana Negara Yogya ini juga menjadi salah satu andalan tempat wisata bagi mereka yang berkunjung ke kota gudeg. Pasalnya gedung ini mempunyai nilai sejarah istimewa yakni menjadi istana kepresidenan di waktu ibukota negara RI pindh ke Yogyakarta.

Gedung Agung Yogyakarta merupakan salah satu gedung bersejarah yang berada di jantung kota tidak jauh dari Maioboro. Didirikan antara tahun 1823-1825 oleh Anthony Hendriks Smissaerat sebagai Residen Yogyakarta ke-18 dengan tujuan sebagai tempat bagi para residen Belanda waktu itu.

  1. Kotagede

Tujuan wisata budaya lain yang terkenal adalah Kotagede, sebuah kawasan dengan banyak cerita sejarah dan berkaitan dengan asal mula kemunculan kerajaan Islam Mataram. Dahulu daerah ini adalah desa yang kecil dan ditinggalkan oleh masyarakat sekitar sehingga menjadi hutan.

Hingga akhirnya Ki Gede Pamanahan atas mandat dari Sultan Hadiwijaya membangun kembaliu kawasan ini sehingga menjadi ramai dan dikatakan Kotagede yang bermakna kota besar.

Di tempat ini masih banyak ditemukan bangunan kuno dengan usia ratusan sebagai saksi bisu sejarah kebudayaan Mataram di abad 16. Sampai kini lokasi Kotagede sangat terkenal dengan hasil kerajinan perak dan batik.

  1. Monumen Jogja Kembali

Monumen yang oleh masyarakat sekitar disingkat menjadi Monjali ini adalah salah satu monumen terkenal dan bersejarah di kota Yogyakarta sebagai peringatan atas keberhasilan Tentara Nasional Indonesia dalam merebut kota Jogja dari tangan penjajahan Belanda.

Monumen Jogja Kembali mulai dibangun pada 29 Juni 1985 yang mana Sri Sultan Hamengkubuwono IX bersama dengan Sri Paduka Paku Alam VIII melakukan peletakan batu pertama nya sebelum memulai pembangunan.

Hingga sekarang monumen ini sebagai salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi karena lokasinya yang besar dan luas serta bentuk gedungnya yang begitu unik mengundang para wisatawan untuk datang ke Monjali.


Salam kenal, tentang Mas Aip bisa Anda baca lebih dekat disini

↑

© MaasAiip.org 2019